Kotak Pandora Korupsi Garuda Indonesia

Garuda - Emirsyah 6.jpg

Mantan Dirut Garuda Emirsyah Satar Tersangka Dugaan Korupsi

Komisi Pemberantasan Korupsi, KPK menetapkan mantan Direktur Utama Garuda Indonesia sebagai tersangka dugaan suap pembelian mesin pesawat dari Rolls Royce Inggris.

KPK juga menetapkan pendiri PT Mugi Rekso Abadi sebagai tersangka pemberi suap kepada mantan Dirut Garuda tersebut dalam kasus pengadaan pesawat dan mesin pesawat dari Airbus S.A.S dan Rolls Royce Plc kepada PT Garuda Indonesia.

Menurut KPK, pendiri PT Mugi Rekso Abadi yang disebut SS memberi suap kepada mantan Dirut Garuda itu dalam bentuk uang sebesar sekitar Rp20 miliar serta barang setara Rp 26,76 miliar yang tersebar di Indonesia dan Singapura.

Source : BBC

 

Century - Bank Indonesia.jpg

KPK Segera Rampungkan Kasus Suap Emirsyah Satar

Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) akan membuka penyelidikan baru terkait kasus dugaan kasus dugaan suap pengadaan mesin pesawat Airbus SAS di PT Garuda Indonesia (persero) tahun 2005-2014.

Penyelidikan baru dilakukan karena berkas kasus dugaan suap dengan tersangka mantan Direktur Utama PT Garuda Indonesia, Emirsyah Satar segera ‎rampung.

Dalam penyidikan kasus ini, KPK sudah menetapkan dua tersangka, Emirsyah Satar dan‎ Soetikno Soedarjo, Beneficial Owner Connaught International Pte Ltd yang juga pendiri Mugi Rekso Abadi (MRA) Group sebagai pihak yang diduga memberi suap. 

Nilai suap yang diduga diterima Emirsyah sebesar 1,2 juta Euro dan USD180.000 atau senilai setara Rp20 miliar dan berbentuk barang senilai USD2 juta (setara Rp26 miliar) yang tersebar di Singapura dan Indonesia.

Source : Seputar Indonesia

 

BCA - Hadi 1.jpg

Rolls Royce Akui Suap Dirut Garuda Emirsyah Satar

Perusahaan raksasa penyedia mesin Rolls-Royce meminta maaf setelah diketahui melakukan suap berupa mobil mewah dan jutaan poundsterling kepada pihak-pihak di enam negara, termasuk China, Rusia dan Indonesia.

"Meminta maaf tanpa syarat untuk pelaksanaan yang telah ditemukan," kata pihak Rolls-Royce yang dibacakan di pengadilan, di London, Selasa (17/1), seperti dikutip The Guardian.

Dalam hasil yang ditemukan pihak berwenang di Inggris, pihak Rolls-Royce memberi suap USD2,25 juta dan mobil Rolls-Royce Silver Spirit kepada salah satu individu untuk mengubah dan mempengaruhi kontrak dengan Rolls-Royce terkait penyediaan mesin jet Trent 700 bagi Garuda Indonesia.

Source : CNN

 

BCA - Dirut BCA 2.jpg

Suap Garuda, KPK Segera Tahan Emirsyah Satar

Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) tengah mendalami bukti-bukti dan keterangan sejumlah saksi kasus dugaan suap pembelian mesin pesawat dan pesawat di PT Garuda Indonesia. Hal tersebut dilakukan penyidik untuk segera menahan tersangka Emisryah Satar.

"‎Saat ini sedang penguatan bukti-bukti. Dan penahanan (Emirsyah Satar) akan dilakukan setelah Pasal 21 KUHAP terpenuhi, apakah atas alasan subjektif atau objektif dari penyidik," ujar juru bicara KPK Febri Diasnyah di Gedung KPK Kuningan Persada, Jakarta Selatan, Senin (10/7/2017).

Dia mengatakan penyidik mendapatkan banyak dokumen dalam penggeledahan. Dokumen inilah yang masih harus dipelajari oleh KPK, termasuk dokumen aliran dana kepada pihak-pihak tertentu.

Source : Liputan 6

 

 
Garuda - Emirsyah 3.jpg

Begini Skema Aliran Dana Suap Emirsyah Satar

Penyidik Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) mengaku telah mengantongi bukti dugaan aliran dana suap yang menjerat mantan Direktur Utama PT Garuda Indonesia, Emirsyah Satar (ESA). Aliran dana tersebut diketahui melalui rekening ibu mertua Emir di Singapura.

Masuknya dana tersebut diketahui melalui perusahaan broker Connaught Internasional milik tersangka Soetikno Soedarjo (SS) dari perusahaan pengadaan mesin pesawat Rolls Royce. Dari situ, mengalir kembali ke Connaught Internasional dan PT Mugi Rekso Abadi (MRA) yang juga milik Soetikno.

Penyidik KPK yang bekerja sama dengan PPATK dan lembaga anti korupsi Singapura, CPIB mengaku telah mengawasi aliran dana tersebut sejak satu tahun yang lalu. Pada Desember 2016 lalu, KPK sempat memeriksa Emir dan sang istri, Sandriana Abubakar.

Pemeriksaan tersebut dilakukan sebelum KPK menetapkan Emir sebagai tersangka saat ini. Dalam pemeriksaan saat itu, Emir mengaku sang mertua memiliki rekening di Singapura.

Source : Liputan 6

 

BCA - Dirut BCA 3.jpg

Suap Garuda, KPK Belum Tahan Emirsyah Satar

Meski sudah ditetapkan sebagai tersangka kasus suap sejak Januari 2017, mantan Direktur Utama PT Garuda Indonesia 2005-2014 Emirsyah Satar sampai saat ini belum ditahan. Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) memberikan sejumlah alasan terkait belum ditahannya Emirsyah.

KPK sebelumnya sudah menetapkan Emirsyah Satar sebagai tersangka tindak pidana korupsi suap pengadaan pesawat dan mesin pesawat dari Airbus S.A.S dan Rolls-Royce P.L.C di PT Garuda Indonesia.

"Kalau penahanan kan kewenangan dari penyidik. Kalau ditanya kenapa kan beda-beda dari setiap penanganan (kasus)," kata Kabag Pemberitaan dan Publikasi KPK Priharsa Nugraha di gedung KPK Jakarta, Selasa (5/12/2017) malam.

Menurut Priharsa, penyidik pasti mempunyai pertimbangan objektif dan subjektif soal belum ditahannya Emirsyah Satar tersebut.

Source : Tirto